
Situs forum di Vietnam kembali membuat sensasi, setelah sebelumnya purwarupa iPhone 4G bocor, kini situs yang bernama Tinh te membeberkan gambar iPod Touch generasi tebaru.
Dalam purwarupa yang beredar tersebut mereka mengklaim kalau iPod Touch tersebut sudah dibenamkan dengan kamera dibagian belakangnya. Ini menjawab sejumlah isu yang menyebutkan iPod Touch tersebut memang dihadirkan dengan kamera.
Situs forum di Vietnam kembali membuat sensasi, setelah sebelumnya purwarupa iPhone 4G bocor, kini situs yang bernama Tinh te membeberkan gambar iPod Touch generasi tebaru.
Dalam purwarupa yang beredar tersebut mereka mengklaim kalau iPod Touch tersebut sudah dibenamkan dengan kamera dibagian belakangnya. Ini menjawab sejumlah isu yang menyebutkan iPod Touch tersebut memang dihadirkan dengan kamera.
Prototipe itu sendiri diukir dengan "DVT-1" yang, sebagaimana terdapat di iPhone generasi keempat, yang merupakan singkatan dari "desain tes verifikasi nomor 1".
Di forum itu juga disebutkan, prototipe ini diujicobakan dengan menjalankan beberapa jenis versi OS iPhone 3.1 yang mencakup antarmuka kustom untuk melakukan berbagai tes diagnostik. Salah satu tes adalah untuk mengetahui kerja kamera.
Memang sebelumnya, Apple dikabarkan akan menghadirkan iPod Touch generasi ketiganya dengan sebuah kamera seperti layaknya iPhone. Namun sayangnya, saat dirilis pada Oktober silam, beberapa pecinta pemutar musik digital ini harus kecewa karena Apple tidak membenamkan kamera di iPod Touch generasi ketiga itu.
Seiring dengan isu itu, rumor lain yang juga merebak adalah iPod Nano generasi kelima turut dipasangkan kamera di bagian bodinya. Tapi lagi-lagi, Apple tidak melakukannya yang membuat para calon pembelinya kecewa berat.
Pihak Tinh Te tidak membeberkan lebih jauh mengenai asal muasal kehadiran iPod berkamera tersebut. Termasuk spesifikasi lebih dalamnya mengenai perangkat itu.
Demikian pula dengan pihak Apple yang belum memberikan komentarnya. Mereka masih menyimpan rapat-rapat semua informasi produknya hingga saat konferensi pengembang Apple yang akan digelar pada 7 Juni mendatang.
Sumber:ketok.com
Selengkapnya...
Senin, 31 Mei 2010
iPod Touch Berkamera Kembali Bocor di Internet
Label: Gadget
Senin, 24 Mei 2010
Koneksi Satelitnya Diklaim 15 Kali Lebih Baik

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah persaingan bisnis smartphone berfitur navigasi di pasaran, Garmin Asus optimistis bisa memenangkan hari konsumen. Tidak main-main memang karena produk besutan dua perusahaan teknologi terkemuka itu diklaim jauh lebih baik dibandingkan pesaingnya dalam urusan navigasi satelit.
"Kalau dibandingkan dengan handphone lain secara umum kira-kira 15 kali lebih baik untuk terkoneksi ke satelit," kata Idris Effendy GM Mobile Business Sistech Kharisma, saat peluncuran Garmin Asus M10 diluncurkan di Jakarta, Selasa (18/5/2010). Sistech Kharisma merupakan distributor Garmin Asus M10, ponsel navigasi pertama besutan Garmin dan Asus yang masuk ke pasar Indonesia.
JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah persaingan bisnis smartphone berfitur navigasi di pasaran, Garmin Asus optimistis bisa memenangkan hari konsumen. Tidak main-main memang karena produk besutan dua perusahaan teknologi terkemuka itu diklaim jauh lebih baik dibandingkan pesaingnya dalam urusan navigasi satelit.
"Kalau dibandingkan dengan handphone lain secara umum kira-kira 15 kali lebih baik untuk terkoneksi ke satelit," kata Idris Effendy GM Mobile Business Sistech Kharisma, saat peluncuran Garmin Asus M10 diluncurkan di Jakarta, Selasa (18/5/2010). Sistech Kharisma merupakan distributor Garmin Asus M10, ponsel navigasi pertama besutan Garmin dan Asus yang masuk ke pasar Indonesia.
Ia mengatakan smartphone lain yang sama-sama memiliki fitur global positioning system (GPS) rata-rata membutuhkan waktu 5-10 menit untuk terhubung ke satelit pada kondisi normal. Ponsel paling bagus pun butuh waktu 2-3 menit. Namun, Garmin Asus menjamin waktu yang dibutuhkan jauh lebih cepat.
"Dengan Garmin Asus, saat kondisi statik atau diam, time to first peak-nya 33 detik kemudian pada kondisi dinamik 37 detik. Jadi rata-rata hanya 35 detik untuk terhubung ke satelit," ujar Idris.
Selain itu, jelas Idris, smartphone Garmin Asus dilengkapi peta yang komprehenisf dengan cakupan kota-kota besar di Indonesia berikut 88000 point of interest (POI). Sistem navigasinya menyediakan panduan suara full voice guidance sehingga bisa mengarahkan jalur yang harus dilalui tidak hanya menyebut belok kanan atau kiri, namun juga menyebut ruas jalan berikutnya yang akan dilalui.
"Bahkan ada pilihan navigasi jalan pendek dengan pilihan off road atau lewat jalan tikus atau highway (jalan tol) berikut estimation time dan speed limit," jelasnya.
Untuk digunakan di dalam mobil, Garmin Asus juga menyediakan mounting yang bisa sekaligus terhubung ke sumber listrik untuk mengisi ulang baterai ponsel selama berkendara. Fungsi GPS-nya pun tidak tergantung ada tidaknya jaringan seluler karena software peta dan navigasinya terinstall di dalam ponsel.
Dengan segala fitur navigasinya, Garmin Asus bisa membantu siap saja yang mau jalan-jalan ke tempat-tempat favorit tanpa takut kesasar?
Sumber:kompas.com
Selengkapnya...
Label: Sekilas info
Tahun Depan Processor Bisa Capai 10 Ghz

Tahun 2011, kemampuan prosesor chipset akan melonjak dengan tajam. Menurut beberapa pengamat, industri ini akan menghadirkan chip yang memiliki kemampuan hingga 10GHz atau setara dengan 10.000 MHz.
Sebuah kelompok insinyur desain mikroprosesor saat ini bekerja di laboratorium IBM, Intel, AMD, Motorola dan di tempat lain, berusaha untuk membuat prosesor 10GHz menjadi sebuah kenyataan. Chip ini tidak hanya memiliki kecepatan clock tinggi. Mereka akan memiliki kemampuan lain yang mencakup arsitektur yang dapat meningkatkan paralelisme, atau kemampuan untuk memproses beberapa instruksi prosesor per-clock, dan akses lebih baik untuk menyimpan data yang lebih besar.
Tahun 2011, kemampuan prosesor chipset akan melonjak dengan tajam. Menurut beberapa pengamat, industri ini akan menghadirkan chip yang memiliki kemampuan hingga 10GHz atau setara dengan 10.000 MHz.
Sebuah kelompok insinyur desain mikroprosesor saat ini bekerja di laboratorium IBM, Intel, AMD, Motorola dan di tempat lain, berusaha untuk membuat prosesor 10GHz menjadi sebuah kenyataan. Chip ini tidak hanya memiliki kecepatan clock tinggi. Mereka akan memiliki kemampuan lain yang mencakup arsitektur yang dapat meningkatkan paralelisme, atau kemampuan untuk memproses beberapa instruksi prosesor per-clock, dan akses lebih baik untuk menyimpan data yang lebih besar.
Fred Pollack, seorang rekan Intel dan Direktur Mikroprosesor Intel Research Lab, memperkirakan bahwa prosesor 10GHz akan memiliki kemampuan sekira 100 kali lebih kuat daripada Pentium III atau chip 1GHz Athlon.
Nantinya para insinyur tersebut percaya prosesor 10GHz, akan membuka panorama aplikasi baru, termasuk antarmuka komputer berbasis suara dan multimedia yang jauh lebih baik. Pollack mengatakan kecepatan clock yang lebih besar akan membuat PC lebih mudah digunakan - memberikan antarmuka yang lebih mirip manusia, seperti kemampuan pengenalan suara.
Pollack menyajikan skenario lain untuk prosesor 10Ghz yang dipasangkan di PC rumahan. Prosesor ini tersimpan di dalam lemari, dia bekerja seperti server yang menghubungkan Internet melalui koneksi broadband, sehingga dapat mendistribusikan data audio dan video, bersama dengan email, ke sejumlah terminal PC dan peralatan di seluruh rumah melalui koneksi nirkabel.
"Mikroprosesor adalah seperti sebuah kota, di mana Anda memiliki tempat usaha (transistor) yang terhubung dengan jalan (interkoneksi), dan data seperti mobil," jelasnya.
Ketika datang untuk merancang chip kinerja yang lebih tinggi, 'jalan' harus cukup lebar untuk menampung lalu lintas yang jauh lebih besar dan memungkinkan kecepatan yang lebih tinggi.
Sumber:ketok.com
Selengkapnya...
Label: Komputer
Biaya Pembuatan iPad Cuma Setengah Harga Jual

Andres Schobel membawa dua iPad yang dibelinya di Apple Store San Francisco saat penjualan hari pertama, Sabtu (3/4/2010).
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Riset yang dilakukan iSuppli Corp memperlihatkan bahwa ongkos pembuatan iPad, produk baru buatan Apple sekitar setengah dari harga jualnya. iSuppli memperkirakan biaya pembuatan iPad sebesar 260 dollar AS atau 52 persen dari harga jual paling murah yakni mulai harga 499 dollar AS.
Menurut iSuppli yang berbasis di El Segundo, California, seperti dilansir situs BusinessWeek, komponen termahal adalah layarnya yang diperkirakan seharga 95 dollar AS. Harga layar yang didesain sangat sensitif itu hampir dua kali lipat harga layar netbook yang seukuran 9,7 inci itu. Pemasok layar tersebut adalah LG Display, Samsung, dan Seiko Epson serta Wintek Corp Taiwan sebagai produsen lapisan kaca yang mendeteksi sentuhan jari.
SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Riset yang dilakukan iSuppli Corp memperlihatkan bahwa ongkos pembuatan iPad, produk baru buatan Apple sekitar setengah dari harga jualnya. iSuppli memperkirakan biaya pembuatan iPad sebesar 260 dollar AS atau 52 persen dari harga jual paling murah yakni mulai harga 499 dollar AS.
Menurut iSuppli yang berbasis di El Segundo, California, seperti dilansir situs BusinessWeek, komponen termahal adalah layarnya yang diperkirakan seharga 95 dollar AS. Harga layar yang didesain sangat sensitif itu hampir dua kali lipat harga layar netbook yang seukuran 9,7 inci itu. Pemasok layar tersebut adalah LG Display, Samsung, dan Seiko Epson serta Wintek Corp Taiwan sebagai produsen lapisan kaca yang mendeteksi sentuhan jari.
Untuk prosesornya, Apple A4 yang didesain sendiri oleh Apple diperkirakan seharga 26,8 dollar AS. Prosesor yang hanya diberi gamabra logo Apple ini diperkirakan buatan Samsung sesuai bentuknya. Meski ada kemungkinan juga buatan PA Semi, produsen cip semikonduktor yang dibeli Apple senilai 278 juta dollar AS tahun 2008.
Komponen lainnya, cip memori flash, dipasok dari berbagai perusahaan termasuk Samsung salah satunya dengan harga 29,50 dollar AS untuk tipe 16 GB, 59 dollar AS untuk 32 GB, dan 118 dollar As untuk 64 GB. Perbedaan cip memori membuat biaya pembuatan iPad naik menjadi 289,1 dollar AS untuk tipe 32 GB yang dijual 599 dollar AS serta naik menjadi 348,1 dollar AS untuk tipe 64 GB yang dijual 699 dollar AS.
Cip lainnya yang digunakan iPad untuk akses Bluetooth dan WiFi dibuat Broadcom Corp. dengan harga 8,05 dollar AS. Broadcom juga memasok dua cip lainnya untuk mengendalikan fungsi layar sentuh dengan harga 3,7 dollar AS. Texas Instruments juga memasok cip untuk mendukung sistem kendali layar sentuh dengan harga 1,8 dollar AS dan Cirrus Logic menyuplai cip audio dengan harga 1,2 dollar AS.
Selain itu, casing alumunium menghabiskan dana 10,50 dollar AS. Sisanya perkiraan harga untuk software dan sistem user interface yang didesain khusus untuk iPad. Meski demikian, tak satu pun pemasok yang menkonfirmasi laporan iSuppli. Apple juga tak memberi komentar terhadap hasil investigasi tersebut.
Sumber:kompas.com
Selengkapnya...
Label: Gadget
iPad, Revolusi, dan Seni Manufakturing

Henry Lear (8) dari Richmond, Virginia, membawa paket iPad yang baru dibelinya di Short Pump Town Center, Sabtu (3/4/2010).
Oleh Ninok Leksono
Hari-hari ini, wacana seputar gadget tampaknya didominasi oleh mulai dijualnya perangkat terbaru dari Apple Inc, yakni iPad. Seperti disampaikan dalam laporan utama Newsweek edisi terakhir, Senin (5/4/2010), ”Apa yang hebat tentang iPad?”, jawabnya ternyata ”segalanya”. Inilah pertaruhan Steve Jobs, Chairman dan CEO Apple, untuk merevolusi bagaimana orang membaca, menonton, main game, bekerja dengan komputer (computing), serta aktivitas riset dan industri di Lembah Silikon.
Karena terkait urusan membaca dan penerbitan, edisi Newsweek ini juga mengetengahkan artikel tentang masa depan kertas dan tinta yang ditulis oleh Anna Quindlen.
Hari-hari ini, wacana seputar gadget tampaknya didominasi oleh mulai dijualnya perangkat terbaru dari Apple Inc, yakni iPad. Seperti disampaikan dalam laporan utama Newsweek edisi terakhir, Senin (5/4/2010), ”Apa yang hebat tentang iPad?”, jawabnya ternyata ”segalanya”. Inilah pertaruhan Steve Jobs, Chairman dan CEO Apple, untuk merevolusi bagaimana orang membaca, menonton, main game, bekerja dengan komputer (computing), serta aktivitas riset dan industri di Lembah Silikon.
Karena terkait urusan membaca dan penerbitan, edisi Newsweek ini juga mengetengahkan artikel tentang masa depan kertas dan tinta yang ditulis oleh Anna Quindlen.
Aneh memang. Sebelumnya sudah ada perangkat serupa iPad berupa sabak (tablet) elektronik. Namun, gaung dan penjualannya tidaklah segegap gempita karya terbaru Apple ini. iPad bahkan sempat disebut hampir menyerupai mitos. Di hari pertama penjualan melalui pemesanan, ia langsung terjual 120.000, lalu di hari pertama penjualan di toko, terjual 300.000. Berikutnya, firma riset iSuppli memperkirakan, penjualan iPad tahun ini bisa mencapai 7,1 juta dan lipat tiga menjadi 20,1 juta pada tahun 2012 (The Wall Street Journal/WSJ, Selasa 6/4).
Menarik gerbong
Optimisme akan lahirnya revolusi di berbagai bidang ini membuat industri teknologi informasi harus memilih, apakah akan fokus untuk ikut gerbong Apple atau berpihak pada pesaing-pesaingnya. Namun, tarikan Apple tampaknya begitu kuat sehingga baik untuk aplikasi perangkat lunak maupun komponen perangkat kerasnya iPad sudah menarik begitu banyak minat.
Pengembang perangkat lunak tampaknya akan dipaksa untuk bertahan mendukung Apple dengan adanya iPad. Masalahnya, kalau harus memecah sumber daya untuk mengikuti pesanan aplikasi dari perusahaan lain, selain akan memberi beban terlalu berat bagi programmer, mereka juga bisa kehilangan peluang dari meledaknya penjualan iPad.
Sejak meluncurkan Apple Store, Juli 2008, Apple telah menjadikan toko ini sebagai pasar virtual besar, dengan memiliki lebih dari 150.000 permainan, hiburan, dan aplikasi lain. Pasar milik pesaing terdekatnya, Google Inc, hanya memiliki sekitar 30.000 aplikasi (Yukari Iwatani Kane, WSJ, Selasa 6/4).
Lain lagi cerita di bidang perangkat keras. Begitu iPad muncul di pasar, perusahaan yang bisnisnya membongkar (disassembling) dan menganalisis perangkat keras elektronik segera mendapat ide tentang kemampuan (performance) dan ketahanan (durability) iPad. Sabtu pagi, begitu iPad bisa diperoleh di pasaran, perusahaan pembedah ”jeroan” gadget elektronik, seperti iFixit Inc dan UBM TechInsights, segera membongkar iPad dan mengkaji komponen-komponennya.
Upaya mereka, seperti dilaporkan Don Clark (WSJ, Selasa 6/4), juga dibantu dengan keluarnya foto yang dibuat Komisi Komunikasi Federal dan disiarkan melalui situs web-nya. Komisi ini bertugas mengkaji peralatan canggih untuk diketahui apakah berpotensi mengganggu alat lain secara elektromaknetik.
Dari apa yang disampaikan oleh Apple dan juga dari ”bedah produk” diketahui bahwa Ipad yang didesain dengan teknologi yang sebagian sudah digunakan pada iPhone dan iPod Touch ternyata menggunakan cip flash memory buatan Samsung, Korea Selatan, dan Toshiba, Jepang. Samsung tentu mendapat penghasilan besar dengan digunakannya cip produksinya pada iPad karena ini merupakan salah satu komponen yang paling mahal dari alat mutakhir ini. Bila cip memori dibuat perusahaan Korea, baterai iPad tampaknya dibuat perusahaan Hongkong, Amperex Technology Ltd.
Merebut peluang
Sebagaimana juga terjadi dengan pembuatan produk lain, termasuk pesawat jet komersial Boeing 777, perusahaan Amerika ternyata juga sudah menerapkan prinsip memanfaatkan pemasok multinasional. Perusahaan teknologi informasi Asia sudah masuk begitu dalam di produk Amerika. Ini tentu karena perusahaan Asia tersebut sudah berhasil tidak saja dalam bidang inovasi, tetapi juga dalam manufakturing.
Inilah yang oleh pembaca Kompas Eddy OM Boekoesoe—mengomentari tema Laporan Iptek, Rabu (31/3/2010), tentang inovasi—sebenarnya menjadi problem lebih serius dari inovasi di Indonesia. Menurut dia, Indonesia sudah tidak kurang dalam hal inovasi.
Ia memberi ilustrasi tentang seorang pemuda Indonesia dari Tasikmalaya yang sekitar tahun 1990 memenangkan sayembara pembuatan puzzle dari kayu di AS. Pemenang sayembara ini diberi pekerjaan membuat puzzle tersebut 10.000 unit per bulan. Ketika ia mencoba memenuhi pesanan itu, di tengah jalan ia menyerah. Ternyata membuat barang sebanyak itu tidak mudah.
Cara berproduksi, yang di alam modern sekarang dikenal sebagai manufakturing, nyata sebagai tantangan riil bagi Indonesia dan kisah seperti pemuda Tasikmalaya di atas bukan cerita unik. Kita juga pernah mendengar adanya pesanan 1.000 mebel atau 1.000 buah durian yang ditolak karena banyak di antaranya tidak bisa mengikuti standar kriteria pemesan. Ada yang baik 10, atau 100, tetapi mulai ”ngawur” pada pesanan ke-200 atau 500. Nah, bagaimana kalau harus menjadi Samsung yang membuat puluhan juta cip untuk iPad dan produk elektronik Apple atau lainnya yang digemari di seluruh dunia?
Kini, di berbagai sektor, aktivitas manufaktur merosot atau bahkan kehilangan api. Bila berkelanjutan, situasi ini—yang sebenarnya juga belum berkembang pada masa lalu—bisa semakin meredupkan berkembangnya kecakapan bangsa Indonesia di dalam memproduksi sesuatu dalam jumlah banyak. Padahal, seperti kita lihat dalam iPad, peluang terbuka lebar untuk pemasokan komponen. Namun, peluang itu hanya akan bisa ditangkap oleh mereka yang sudah menguasai seni berproduksi dalam skala besar, yakni seni manufaktur.
Dalam wacana industri kreatif, seperti dikemukakan dalam buku The Long Tail (Chris Anderson, 2006), memang disebut peluang bisnis yang hanya perlu membuat produk sedikit saja, yang penting keragamannya diperluas. Dengan premis ini pula, eksklusivitas diunggulkan. Akan tetapi, selain itu, produk seperti iPod dan esok tampaknya iPad masih akan dominan. Di sinilah tantangan menguasai manufakturing masih tampak aktual dan relevan.
Sumber:kompas.com
Selengkapnya...
Label: Gadget
Di Era Mobile, HTML5 Akan Menang

Steve Jobs.
SAN FRANCISCO- Tak bisa dipungkiri Flash telah menjadi bagian penitng di dunia maya saat ini. KOnten-konten multimedia yang menyajikan animasi hingga video memanfaatkan teknologi Adobe tersebut. Namun, seiring perkembangan teknologi, Flash yang bersifat propietary mlai disaingi teknologi lainnya yang lebih fleksibel.
Bahkan, Apple, salah satu pemain utama di binsis komputer dan smartphone saat ini menolak Flash di semua perangkatnya. Alasannya Flash sulit berkembang dan tidak cocok dengan tuntutan zaman. Sebaliknya Adobe tetap bertahan bahwa dengan banyaknya konten web yang sudah menggunakan Flash, tindakan seperti yang dilakukan Apple hanya memberikan kekecewaan terhadap konsumen.
SAN FRANCISCO- Tak bisa dipungkiri Flash telah menjadi bagian penitng di dunia maya saat ini. KOnten-konten multimedia yang menyajikan animasi hingga video memanfaatkan teknologi Adobe tersebut. Namun, seiring perkembangan teknologi, Flash yang bersifat propietary mlai disaingi teknologi lainnya yang lebih fleksibel.
Bahkan, Apple, salah satu pemain utama di binsis komputer dan smartphone saat ini menolak Flash di semua perangkatnya. Alasannya Flash sulit berkembang dan tidak cocok dengan tuntutan zaman. Sebaliknya Adobe tetap bertahan bahwa dengan banyaknya konten web yang sudah menggunakan Flash, tindakan seperti yang dilakukan Apple hanya memberikan kekecewaan terhadap konsumen.
Tapi, CEO Apple Steve Jobs meyakini kalau Apple meninggalkan Flash tidak akan mengurangi pengalaman akses web secara penuh. Menurut Jobs hal tersebut tak benar karena selain Flash, sebagian besar video di web juga mendukung standar H.264 sehingga tanpa Flash pun tidak terlalu masalah.
"Kami sangat yakin semua standar yang mendukung web harus terbuka. Ketimbang menggunakan Flash, Apple lebih memilih mengadopsi HTML5, CSS, dan JavaSCript-semuanya standar terbuka," kata Jobs dalam tulisan di website Apple, Kamis (29/4/2010) yang menyoroti cacat Flash dan lasan Apple meningglakannya. Apple bahkan menciptakan standar terbuka untuk web yang disebut Webkit, mesin pembaca HTML5 berbasis open source yang kini sudah digunakan broser Android, Nokia, dan belakangan BlackBerry.
Menurutnya Flash adalah teknologi masa lalu yang hanya cocok buat komputer yang menggunakan mouse tapi tidak cocok untuk perangkat berlayar sentuh yang menjadi tren saat ini dan masa depan. Ia optimistis HTML5 akan mengungguli Flash tidak hanya di perangkat genggam tapi juga di komputer.
"Standar terbuka yang dibuat di era mobile seperti HTML5 akan menang di perangkat mobile bahkan juga PC. Mungkin Adobe harus lebih fokus mengembangkan perangkat pendukung HTML5 untuk masa depannya dan mulai mengurangi kritik kepada Apple," tutup Jobs.
Sumber:kompas.com
Selengkapnya...
Label: Sekilas info
Hacker Pro Susno Jebol Situs Polisi Bandara

Hacker pendukung mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji semakin agresif. Setelah merusak 60 laman situs yang umumnya di luar negeri, kini mereka giliran mengacak-acak situs resmi Polres Metro Bandar Udara Soekarno-Hatta, AirportPolice-Metro.org.
Hingga Jumat (14/5/2010) petang, pesan utama serangan hacker itu mula-mula ditujukan buat para pengambil keputusan atas pemenjaraan Susno Duadji yang bernyanyi nyaring soal indikasi ketidakberesan di Mabes Polri.
Yang dirusak pun bukan pada laman muka, melainkan pada salah satu sub-nya. Namun, administrator situs itu bereaksi dengan menghapus laman yang dirusak, kemudian membubuhkan olok-olok balik buat hacker.
Hacker pendukung mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji semakin agresif. Setelah merusak 60 laman situs yang umumnya di luar negeri, kini mereka giliran mengacak-acak situs resmi Polres Metro Bandar Udara Soekarno-Hatta, AirportPolice-Metro.org.
Hingga Jumat (14/5/2010) petang, pesan utama serangan hacker itu mula-mula ditujukan buat para pengambil keputusan atas pemenjaraan Susno Duadji yang bernyanyi nyaring soal indikasi ketidakberesan di Mabes Polri.
Yang dirusak pun bukan pada laman muka, melainkan pada salah satu sub-nya. Namun, administrator situs itu bereaksi dengan menghapus laman yang dirusak, kemudian membubuhkan olok-olok balik buat hacker.
Nah, olok-olok itulah yang kemudian dibalas lagi oleh hacker pro-Susno yang menyebut diri XR0b0t, dengan menyisipkan pesan di laman mukanya. Kata-katanya dari bahasa Jawa yang sangat kasar.
Sebelumnya, hacker itu menuliskan pesan seperti berikut ini:
"Manakah yang kalian lebih percaya dalam memberantas markus di Institusi Polri dan Kejaksaan: SBY dengan Satgas Mafia Hukum, BHD dengan Tim Penyidik Independen atau Susno Duadji yang sekarang di terali besi? mana keadilan hukum indonesia...pembongkar kasus malah di penjara....
Kebusukan-2 yang ada di tubuh POLRI :
1.Penerimaan personil POLRI menggunakan "uang sogokan"
2.Bagian Personalia POLRI kalau "keliling" ke daerah menerima "upeti" dari Polisi di daerah.
3.Bawahan "setor" ke atasan
4.Naik Jabatan harus ada upeti ke atas-nya (atasnya siapa ya?)
5.Memalak "penjahat" atau yang benar-2 penjahat (menjadikan ATM berjalan)
6.Memungli pengusaha & kongkalikong untuk menutupi suatu kejahatan
7.Mengorganisir penjahat & pura-2 menangkapnya bila tercium media, kmd dilepas lg
8.Mencari-cari kesalahan orang yang tidak berbuat salah untuk cari "duit" atau "melindungi" penjahat sebenarnya.
9.Terima sogokan dari siapa saja,istilahnya "uang damai","uang pelicin" untuk kepentingan diri sendiri tanpa menghiraukan kondisi masyarakat.
10.Cuek saja,bila tidak ada duitnya...contoh : lalu lintas semrawut,sepeda motor ngawur dibiarkan, angkutan umum ngawur dibiarkan.....capek dech!
mana kedisipllinan polisi indonesia....
PAK SBY tolong dong pimpin indonesia dengan baik...."
Sumber: kompas
Selengkapnya...
Label: Hacker
Labels
Tehnologi Informasi
Blog Archive
-
▼
2010
(15)
-
▼
Mei
(15)
- iPod Touch Berkamera Kembali Bocor di Internet
- Koneksi Satelitnya Diklaim 15 Kali Lebih Baik
- Tahun Depan Processor Bisa Capai 10 Ghz
- Biaya Pembuatan iPad Cuma Setengah Harga Jual
- iPad, Revolusi, dan Seni Manufakturing
- Di Era Mobile, HTML5 Akan Menang
- Hacker Pro Susno Jebol Situs Polisi Bandara
- Facebook Kalahkan Yahoo di Bidang Iklan
- Ponsel Bagi Difabel
- Banyak Varian "Virus Tipus" Menyerang Komputer
- Laptop Terbakar, HP Tarik Ribuan Baterai
- Siap-siap, Windows 2000 dan XP Kadaluwarsa
- Telepon Umum Jadi Stasiun Isi Ulang
- Intel Atom Mulai Unjuk Gigi di Smartphone
- Apa Itu Blog???????????????????????????
-
▼
Mei
(15)
